Ketenaran nama Steven Seagal sebagai bintang action di era 90-an memang sulit untuk di cari tandingannya. Dalam setiap filmnya, aktor kawakan ini selalu menampilkan adegan baku hantam yang sarat akan seni beladiri Aikido. Seni beladiri kuno asal Jepang ini telah berkembang di bumi Khatulistiwa ini.
Catatan Pringgo-Pontianak
SUASANA hening di Aula Yayasan Surya Agung mendadak buyar setelah beberapa Aikidoka mendemonstrasikan jurus-jurus maut Aikido. Aksi ini di tampilkan di depan Sinsei Ferdiansyah, Ketua KBAI (Keluarga Besar Aikido Indonesia), dalam acara ujian kenaikan tingkat. Usai menggelar ujian kenaikan tingkat, dengan suaranya yang tegas berwibawa, pria berkacamata minus ini menerangkan kepada para Aikidoka tentang falsafah hidup yang terkandung di dalam seni beladiri klasik asal negeri “matahari terbit” ini. Dijelaskan olehnya, Aikido diciptakan Morihei Ueshiba.
Oleh murid-muridnya, Ueshiba disapa ousensei atau “guru besar”. Aikido sendiri sering juga disebut Daito Ryu Aiki-Jujutsu. Daito Ryu Aiki-Jujutsu diciptakan pada era modernisasi Jepang yang berlangsung sekitar tahun 1800-an. Beladiri ini merupakan kombinasi dari ilmu pedang Kenjutsu dan Jujutsu yang juga merupakan bentuk seni beladiri tradisional Jepang.
Seumur hidupnya, Ueshiba telah menyusun Aikido dari Koryu atau seni perang klasik menjadi seni beladiri yang menyebar dengan mendidik dan menciptakan seniman-seniman beladiri di seluruh penjuru dunia. “Meski saat ini Aikido telah memiliki banyak aliran, namun teknik-teknik dasarnya masih tetap dipertahankan,” terangnya didampingi Irwandi, asisten pelatih Aikido. Bagi Aikidoka yang mencapai tingkatan tertinggi, mereka akan mengenakan sabuk berwarna hitam dan mengenakan aksesoris tambahan berupa celana panjang dengan warna hitam pula. Celana ini dikenal dengan nama Hakama. Dulunya, hakama kerap dipakai para samurai.
Untuk di Kalimantan Barat, khususnya Kota Pontianak, Aikido dapat dipelajari di Yayasan Surya Agung atau di Sanggar Senam Yanti. Jadwal latihannya setiap Rabu malam dan Jumat malam di Yayasan Surya Agung dan setiap Senin malam dan Kamis malam di Sanggar Senam Yanti. Sabirin, salah seorang Aikidoka menerangkan seni beladiri yang di tekuninya ini terbilang unik. Disebut demikian karena dalam praktiknya Aikido tidak memerlukan tenaga besar. “Aikido lebih menekankan pada teknik mengalihkan kekuatan lawan dengan kekuatannya sendiri, bukan dengan menggunakan kekuatan kita. Jadi, alangkah tepat kiranya jika Aikido di sebut sebagai seni beladiri,” terangnya. Dia juga mengakui bahwa setelah mendapat latih jurus-jurus dasar Aikido selama sebulan, dirinya merasakan ada sebuah keseimbangan antara lahir dan batin. Artinya, teknik olah gerak yang dilakukannya selaras dengan apa yang ada dalam alam pikir. “Bagi saya, Aikido merupakan seni beladiri yang paling praktis dan aman,” ungkap Sabirin. (*)