BEBAS FLU BURUNG: Kalbar menjadi provinsi pertama di Indonesia yang bebas flu burung. Status ini disahkan dengan pemberian sertifikat bebas flu burung oleh Menteri Pertanian RI Suswono pada Gubernur Kalbar Cornelis di Hotel Kapuas, Senin (25/1) malam. Made/Pontianak Post
PONTIANAK—Menteri Pertanian, Suswono mengacungkan jempol untuk Kalimantan Barat. Hal ini mengingat Kalbar berhasil menjadi provinsi pertama di Indonesia yang dapat membebaskan diri dari penyakit flu burung setelah sempat tertular pada tahun 2004. Namun, Kalbar diharapkan tidak terlena dan tetap serius mempertahankan status bebas flu burung tersebut. “Prestasi ini sangat membanggakan. Tidak mudah untuk membersihkan suatu daerah dari penyakit flu burung,” ujarnya dalam acara Pengukuhan Asosiasi Agribisnis Perunggasan Kalbar dan Deklarasi Kalbar Bebas Flu Burung, tadi malam di Hotel Kapuas Palace. Menurut Suswono, Kalbar dinyatakan bebas flu burung setelah dilakukan surveilans secara intensif sejak 2005 sampai 2009 dan berdasarkan kajian ilmiah oleh Komisi Ahli Kesehatan Hewan dan Kesmavet Departemen Pertanian.
Selama ini, penyakit flu burung dinilai sebagai salah satu tantangan besar bagi dunia peternakan karena penyakit tersebut telah melumpuhkan industri peternakan di beberapa negara. Di Indonesia, hanya tiga daerah yang bebas dari flu burung yaitu Kalbar, Gorontalo dan Maluku Utara. Namun, kondisi Kalbar berbeda dari kedua daerah tersebut. Gorontalo dan Maluku Utara sejak awal memang tidak tertular. Karena itu, Suswono merekomendasikan Kalbar sebagai model bagi daerah lain yang juga sedang berupaya membebaskan diri dari flu burung.
Prestasi Kalbar ini diharapkan dapat terus dipertahankan. Untuk itu menurutnya perlu adanya kemauan kuat, komitmen dan konsistensi dari pemeritah daerah, pengusaha peternakan serta masyarakat. Dalam kesempatan yang sama, Suswono menyatakan bahwa pemerintah pusat akan memberi semacam insentif bagi daerah-daerah yang serius memberantas atau mempertahankan diri dari penularan flu burung. “Kita akan beri dukungan dalam bentuk anggaran. Tetapi nanti kita lihat dulu berapa yang dimungkinkan,” katanya. Gubernur Kalbar, Cornelis mengatakan, keberhasilan Kalbar meraih sertifikat bebas flu burung ini bukanlah keberhasilan pemda melainkan seluruh elemen masyarakat terkait. Dia juga menyebutkan, prestasi ini hendaknya tidak membuat Kalbar lengah. Upaya-upaya mempertahankan diri harus terus dilakukan dan dijadikan sebagai kegiatan rutin.
Untuk itu, dia menginstruksikan agar pengawasan keluar masuk ternak baik melalui pelabuhan darat, laut, udara serta melalui perbatasan tetap digiatkan. Bupati dan wali kota juga diminta berperan serta dengan menganggarkan dana untuk upaya tersebut. Partisipasi masyarakat dan para peternak pun dinilainya sangat penting. “Jangan masukkan ternak dari luar seenaknya,” kata dia. Setelah membebaskan diri dari flu burung, tambah Cornelis, ke depan Kalbar menargetkan untuk meraih sertifikat bebas rabies. Ketua Pelaksana Harian Komnas Pengendalian Flu Burung, Bayu Krisnamurthi, yang hadir dalam acara ini juga menyampaikan ucapan selamat untuk Kalbar. Sertifikat bebas flu burung menurutnya telah membentuk citra positif bagi Kalbar dan hal ini dapat meningkatkan daya tarik investasi serta perdagangan. Dia pun mengingatkan supaya prestasi yang diraih bisa terus dipertahankan.(rnl)