BARANG BUKTI: Petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dalam Operasi Mandiri Kewilayahan di Pontianak Timur, kemarin. Hendy/Pontianak Post
PONTIANAK--Tim gabungan Poltabes Pontianak, Brimob, Bea Cukai dan KP3L, melakukan operasi narkob di Kawasan Beting, Pontianak Timur, Sabtu (27/12) pagi. Dari operasi tersebut, berhasil diamankan tak kurang tiga kilogram ganja. Terbagi dalam satu paket dua kilogram, 12 paket sedang dan 38 paket kecil.
Di tempat yang sama, Polisi juga menyita uang Rp 144,311 juta, puluhan peralatan konsumsi sabu-sabu, monitor CCTV, senjata api gas, sembilan senjata tajam berbagai jenis, 16 unit Hp, timbangan elektrik, puluhan perhiasan emas berupa kalung, cincin, gelang, anting, sejumlah uang ringgit Malaysia dan Brunai serta beberapa peralatan penjualan dan alat konsumsi narkoba lainnya.
Dengan kekuatan 120 personel, operasi dimulai pukul 09.00. Tim dibagi menjadi tiga kelompok. Dua kelompok menggunakan kendaraan sungai, satu lagi melalui jalur darat. Ada tiga titik yang dituju pada tujuh rumah yang menjadi sasaran. Meski tidak mendapat perlawanan dari masyarakat karena diantisipasi dengan kekuatan penuh, namun aparat mengalami kesulitan di lapangan. Selain lokasi yang sempit, informan pelaku menyebar di seluruh lokasi penangkapan. Tidak hanya itu, para bandar narkoba lebih mahir dan terorganisir. Mereka memasang kamera CCTV di depan jalan masuk gang. Hal tersebut membuat, pengedar dapat melarikan diri sebelum tim gabungan tiba di rumahnya.
Mengantisipasi pelarian para pengedar, polisi memerintahkan kepada masyarakat sekitar untuk masuk ke rumah masing-masing. Hal tersebut juga tidak membuat target operasi sulit melarikan diri. Mereka diduga lari melewati kolong dan atap rumah.Tidak ada pengedar yang menjadi target berhasil ditangkap. Selain mengamankan barang bukti, polisi juga membawa lima orang yang tengah berada di lokasi penangkapan. Mereka diamankan untuk diperiksa sebagai saksi.
Kapoltabes Pontianak AKBP M Asep Syahrudin didampingi Kasat Narkoba, mengutarakan, operasi ini merupakan operasi mandiri kewilayahan. Dilakukan berdasarkan evaluasi dan instruksi Kapolda Kalbar. Tujuh rumah yang diduga menjadi bandar besar narkoba Pontianak sudah menjadi target. Dikatakannya, polisi sudah melakukan penyelidikan secara intensif sebulan terakhir. Meski hanya saksi yang baru ditangkap, kata Kapoltabes, pihaknya akan terus mengembangkan jaringan narkoba ini. Tidak menutup kemungkinan, ada bandar yang lebih besar dari ke tujuh bandar ini. “Lima orang yang ditangkap memang saksi. Dari mereka akan kita kembangkan. Tidak menutup kemungkinan juga, mereka termasuk pelaku,” papar Asep.
Kapoltabes yang turun langsung ke TKP, mengatakan, tidak ada perlawanan saat aparat tiba di lokasi. Penyebaran informan, jarak rumah yang berdekatan dan gang sempit serta ada kamera CCTV membuat polisi kesulitan menangkap pelaku utamanya. Sehingga kedatangan aparat dapat diketahui pelaku sebelum tiba target operasi. “Mereka ini sangat terorganisir. Selain menyebarkan informan, mereka juga memasang CCTV. Berarti sudah profesional,” katanya kesal.
Dengan ditemukannya sejumlah uang Ringgit Malaysia dan Brunai, Kapoltabes juga menduga ada trasnsaksi antar pengedar narkoba luar negeri. Terutama Brunai dan Malaysia. Barang bukti tersebut juga akan menjadi modal awal penelusuran ke arah perdagangan narkoba internasional.(hen)