ANGPAU : Cawapres Boediono memberi anpau kepada Barongsai yang turut menyambut kedatangan di Pontianak, Jumat (3/7), sebelum ramah tamah bersama masyarakat. MUJADI/PONTIANAK POST
PONTIANAK—Calon Wakil Presiden Boediono memuji kemajemukan masyarakat Kalimantan Barat yang hidup berdampingan dengan harmonis, meskipun berbeda suku, agama, dan kepercayaan. “Kebhinekaan masyarakat Kalbar harus menjadi contoh bagi daerah lain. Bhineka tapi tetap harmonis. Saya dan Pak SBY, juga banyak tokoh nasional lainnya sangat bangga bahwa ada contoh di mana kebhinekaan bisa hidup berdampingan dengan harmonis,” kata Boediono dalam pertemuan terbatas dengan para pendukungnya di Hotel Kapuas Palace Pontianak kemarin (3/7).
Acara yang sedianya dihelat pukul 09.00 ini molor satu jam setengah akibat keterlambatan pesawat yang membawa Boediono bersama rombongannya ke Pontianak.Ikut serta dalam rombongan diantaranya Hartati Murdaya dari tim kampanye nasional SBY-Boediono dan Rizal Malarangeng, juru Bicara Tim Sukses SBY-Boediono. Rizal sendiri didaulat menjadi moderator dalam dialog yang diikuti sekitar 1.000 undangan yang terdiri dari simpatisan, tokoh masyarakat, pelaku ekonomi, dan pengurus partai koalisi.Boediono yang datang bersama istrinya Herawati, disambut dengan atraksi dua ekor barongsai di teras hotel. Mantan Gubernur Bank Indonesia ini juga spontan memberikan angpao kepada barongsai tersebut. Dalam kepercayaan Tionghoa, memberi angpao kepada barongsai bisa mendatangkan rezeki dan kesuksesan.
Sementara di dalam ruangan, telah siap orang-orang berpakaian putih-putih membawakan salawat. Lantunan salawat berkumandang sesaat setelah rombongan Boediono masuk ke tempat dilangsungkannya acara.Di atas panggung, Boediono beserta istrinya duduk berdampingan dengan Hartati Murdaya dan Rizal Malarangeng. Juga duduk di sebelahnya yakni Ketua Tim Kampanye Daerah SBY-Boediono Tingkat Provinsi Kalbar yang juga Ketua DPW PAN Kalbar Sukiman.Karena molornya acara, sesi tanya jawab yang melibatkan para undangan pun dipersingkat. Rizal Malarangeng selaku moderator membatasi hanya dua penanya.
Muda Antartikawan dan Retno Pramudya mendapat giliran itu. Lebih spesifik, Retno yang juga Politikus PPP ini menanyakan komitmen SBY-Boediono dalam pembangunan infrastruktur Kalbar. Dia juga menyinggung komitmen pemerintah pusat dalam membantu terlaksananya pembangunan pelabuhan samudera yang telah lama diimpikan masyarakat Kalbar. Retno juga mempertanyakan komitmen pemerintah dalam membantu masyarakat di sekitar kawasan perkebunan kelapa sawit dan karet yang hidup dalam kondisi memprihatinkan, sementara pemilik modal perkebunan hidup dalam kondisi sebaliknya.“Perkebunan sawit dan karet di Kalbar semakin tahun semakin luas, tapi kemajuan bagi masyarakat sekitar masih belum dirasakan. Investor semakin besar, tapi masyarakat di sekitar lingkungannya belum menikmati,” tanyanya. Sayangnya Boediono tidak menanggapi pertanyaan Retno secara khusus mengenai komitmen pemerintah pusat membantu merealisasikan pembangunan pelabuhan samudra.
Sementara mengenai pembangunan infrastruktur Kalbar secara umum, Boediono mengatakan, “Infrastruktur penting ditingkatkan agar rakyat bisa mendapatkan manfaat langsung dari kegiatan di sekitarnya. Pembangunan dan perbaikan infrastruktur di Kalimantan Barat sangat penting dan jadi perhatian kami.” Kata dia, segala sesuatu kegiatan ekonomi termasuk keberadaan perekebunan haruslah bermuara pada kepentingan rakyat terutama bagi masyarakat di sekelilingnya.“Apa yang bisa kita lakukan untuk itu? Banyak. Selain pembangunan infrastruktur, yang kedua adalah pajak. Siapa yang dapat manfaat dari bumi Indonesia haruslah membayar pajak dengan benar. Uang ini yang dikembalikan kepada rakyat,” katanya.
Langkah selanjutnya adalah meningkatkan pendidikan dan peningkatan keterampilan masyarakat di sekitar perkebunan itu agar mempunyai keahlian khusus yang dapat meningkatkan pendapatan keluarganya. “Dengan keterampilan yang lebih tinggi maka rakyat jadi maju. Peningkatan SDM ini harus terus kita lakukan dan galakkan, dan ini adalah prioritas bagi pasangan kami dan akan kita intensifkan lagi,” ujarnya.Dia mengatakan, pemerintah pusat akan mengalirkan lebih banyak dana untuk program yang mendukung langsung masalah kesehatan dan pendidikan serta infrastruktur. “Untuk bidang pendidikan, akan kita tingkatkan anggaran pendidikan yang 20 persen itu,” ujarnya.Acara yang dihelat oleh Forum Bersama Masyarakat Provinsi Kalbar ini berakhir sekitar pukul 11.30. Boediono dan rombongan langsung berangkat ke Masjid Raya Mujahidin Pontianak untuk menunaikan salat Jumat secara berjamaah. (zan)