Jum'at, 30 Juli 2010  
Hot Topics >> Ekonomi - Metropolis     Arsip Berita    Buku tamu         
LOGIN   |    REGISTER    |    FORGET PASSWORD
   
Kamis, 31 Desember 2009 , 07:30:00

PONTIANAK—Sehari menjelang pergantian tahun, penjualan kondom dan obat kuat mengalami peningkatan tajam dibandingkan hari biasa. Setidaknya itu dialami beberapa apotek yang dihubungi Pontianak Post secara terpisah kemarin (30/12). “Mulai malam kemarin sudah banyak yang beli. Tidak tahu kalau malam besok,” ungkap Ani dari Apotek Bintang, Jalan Gajah Mada, Rabu (30/12) siang.Ani mengatakan, hari biasa, permintaan kondom relatif minim. Bahkan ada kalanya tidak ada. Namun, ketika menjelang Tahun Baru, peningkatan permintaan bisa mencapai 50 persen. Dalam sehari, sedikitnya ada empat sampai lima pak kondom yang terjual di apotek ini. Ada berbagai macam merek yang disediakan dan harganya mulai dari Rp8.500 per pak. “Biasanya memang begitu. Peningkatan permintaan juga terjadi ketika liburan,” tambahnya. 
Jika  melihat dari klasifikasi umur, menurutnya rata-rata pembeli kondom adalah orang dewasa atau yang sudah cukup berumur. Kalaupun ada yang dari kalangan remaja, tetapi jumlahnya sangat sedikit. “Dari sepuluh orang, mungkin hanya satu orang yang ABG,” kata dia. Adapun merek yang paling banyak terjual adalah yang murah (isi per pak lebih banyak) atau yang punya aneka rasa.
Selain kondom, jamu untuk obat kuat atau kapsul semacam viagra juga laku keras. Permintaan obat kuat ini mulai meningkat sejak tiga malam lalu. Adapun merek yang banyak dicari adalah yang biasa diiklankan di koran. “Di hari-hari biasa juga ada yang mencari, tetapi lebih banyak kalau menjelang libur,” ujarnya.
Apotek Imam Bonjol juga terjadi kasus serupa. Menurut Wati, petugas di apotek tersebut, hampir setiap malam libur permintaan kondom memang mengalami peningkatan. “Tak hanya Tahun Baru, malam Minggu juga begitu,” kata dia. Biasanya, kondom dibeli siang hari, sehari sebelum libur.
Khusus untuk Tahun Baru, Wati belum berani menyimpulkan tentang besarnya kenaikan penjualan kondom. Apalagi dia bertugas di apotek tersebut dengan sistem shift. Ada petugas yang “dinas” siang dan ada pula yang dinas malam. “Sekarang baru tanggal 30. Tidak tahu bagaimana kalau besok malam,” ujar perempuan berjilbab itu.
Tetapi dari pantauannya selama ini, jika menjelang libur, jumlah kondom yang terjual bisa mencapai 10 pak dalam sehari dengan aneka merek. Menurut pengakuan Wati, apoteknya relatif selektif dalam melayani pembeli kondom. Kadang-kadang, jika pembeli berusia muda dan diasumsikan belum berkeluarga, kondom tidak jadi dijual. “Biasanya yang beli adalah orang yang sudah berkeluarga. Kalau sudah berkeluarga, mereka pilih merek yang aman. Tetapi kalau pembeli yang muda, mereka beli yang murah,” jelas dia.
Maraknya pembelian kondom dan obat kuat ini menjadi perhatian Ketua BKPRMI Kota Pontianak Firdaus Zar’in dan Ketua BKPRMI Kubu Raya.
“Biasanya urusan tabu seperti pesta sex di malam tahun baru menjamur. Intensitas ukurannya adalah acara menginap hotel terjadi peningkatan. Tidak jarang juga berita-berita di media, kondom dan obat kuat kehabisan stok,” kata Syaiful Bahri, ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kubu Raya.
Menurut Syaiful sebagai generasi muda dan generasi penerus bangsa, semestinya merayakan tahun baru dengan kegiatan bermanfaat. Misalnya berkumpul dengan keluarga, teman-teman, berlibur ke satu tempat atau justru melakukan perenungan. “Disitu flasback balik aktivitas tahun 2009 bisa terekam. Kita bisa berbuat lebih baik pada tahun 2010 nanti,” ujarnya.
Perayaan tahun baru dengan aktivitas negatif, katanya, jelas-jelas merugikan. Diisi minuman keras, mabuk-mabukan atau kegiatan negatif lainnya bisa berdampak buruk. Tidak jarang, tahun baru bisa memicu korban kalau kegiatan negatif terlalu parah. “Contohnya dulu ada remaja tewas karena menenggak miras terlalu over. Jelas itu tidak baik,” terang Syaiful.
Sedangkan Firdaus Zar’in meminta orangtua meningkatkan pengawasan kepada putra-putrinya saat pergantian tahun. Soalnya, acara ini rentan disalahgunakan untuk kegiatan negatif seperti seks bebas, narkoba, dan minum-minuman keras.
“Bahkan dulu pernah kami temukan ada anak muda buat acara pergantian tahun sambil mabuk-mabukan di dekat masjid. Ini sangat memprihatinkan,” katanya Firdaus Zar’in yang didampingi Sekretaris BKPRMI Pontianak Chairil Rahman dan wakil ketua Bujang Bachtiar.Pihaknya juga meminta kepada aparat kepolisian dan petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pontianak memantau tempat-tempat hiburan malam yang dicurigai dan berpotensi disalahgunakan pengunjung untuk berbuat hal-hal negatif.“Untuk itu kami harapkan kerjasama semua pihak agar kondisi Kota pontianak tetap aman dalam pergantian tahun baru nanti,” kata Firdaus yang juga mantan anggota DPRD Kota Pontianak ini.(rn/zan/den)

 
 
(0) Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
    Q1L9I
   
 
  + Other News / Category     
 
Kolom Dahlan Iskan
Pemadaman Listrik Bergilir Berakhir
JAKARTA--Pemadaman bergilir akibat kekurangan daya sudah bisa diatasi sesuai tenggat 30 Juni lalu. S ...
Other
 
   
Home Utama Senyum Simpol Metropolis Politik Ekonomi Hiburan Kalbar Olahraga Teknologi Agama Rubrik