Rabu, 08 September 2010  
Hot Topics >> Ekonomi - Metropolis     Arsip Berita    Buku tamu         
LOGIN   |    REGISTER    |    FORGET PASSWORD
   
Senin, 26 Juli 2010 , 07:58:00

ARTIS, penyanyi, dan bintang sinetron Nia Paramitha menikmati kehidupannya sebagai seorang janda. Meski menyandang status tersebut lebih dari empat tahun, mantan istri aktor dan pengacara Gusti Randa tersebut tidak sedikit pun berkeinginan mencari ayah baru untuk empat anaknya. Yakni, Mochammad Syahdila Darama, Muhammad Syahdewa Diladayana, Sagita Puan Marlinasthinta, dan Syahratu Agatha Novelina. “Masalah itu sampai saat ini aku sampingkan dulu,” katanya di Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (24/7). Menurut artis yang memiliki nama asli Pradnya Pramitha tersebut, mencari pengganti ayah bagi anak-anaknya adalah hal yang amat egois. Sebab, belum tentu empat anaknya menerima keputusan itu.

Menurut Nia, saat ini, yang paling penting bagi kehidupannya adalah membahagiakan anak-anaknya. “Bagi saya, sekarang yang penting anak-anak,” tegasnya. Meski belum menikah lagi, kebahagiaan telah diraih. Anaknya merasakan hal yang sama. “Sampai sejauh ini, anak-anak senang dengan kondisi seperti ini. Setiap Sabtu dan Minggu mereka masih makan bersama dengan bapak dan ibunya,” jelasnya merujuk pada pertemuan rutin dengan mantan suaminya.Yang pasti, kata pelantun tembang Datanglah Kasih tersebut, keputusan untuk sendiri menjalani hidup bersama empat anaknya tidak didasari trauma akan masa lalunya yang diduakan suami. Namun, dia ingin bahagia. “Saya memang tidak mau mengutamakan itu (menikah lagi, Red). Saya mau fokus pada yang memiliki saya, Allah,” ungkap perempuan kelahiran Samarinda, Kalimantan Timur, 17 Juli 1978, tersebut. Memang, ada keinginan untuk mencari pria yang bisa mengayomi keluarganya. Tapi, tidak saat ini. “Aku mau yang bisa mengayomi saya dan menghargai saya agar hidup saya lebih terarah dan teratur,” katanya.(ash/tia)

 
 
(0) Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
    U4N9I
   
 
  + Other News / Category     
 
Kolom Dahlan Iskan
Tarawih di Beijing dengan Mazhab Hambali
SUDAH tiga kali saya Idul Fitri di Tiongkok, tapi baru sekali ini merasakan salat Tarawih di sana. D ...
Other
 
   
Home Utama Senyum Simpol Metropolis Politik Ekonomi Hiburan Kalbar Olahraga Teknologi Agama Rubrik