Rabu, 08 September 2010  
Hot Topics >> Ekonomi - Metropolis     Arsip Berita    Buku tamu         
LOGIN   |    REGISTER    |    FORGET PASSWORD
   
Jum'at, 30 Juli 2010 , 10:28:00

SEBAGAI salah seorang pimpinan lembaga antikorupsi, posisi wakil ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) M. Jasin rawan konflik dan ancaman. Karena itu, Jasin dan tiga wakil ketua KPK lain selalu menenteng senjata api berupa pistol untuk mempertahankan diri.Namun, beberapa waktu lalu Jasin kehilangan pistol Walter miliknya. Insiden tersebut terjadi di sebuah restoran di Surabaya. ”Ya biasa lah. Itu kelalaian antara ajudan saya dan saya,’’ kata Jasin saat ditemui di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta,  kemarin (29/7).

Ketika ditanya kronologi insiden tersebut, Jasin yang selalu mengenakan peci itu enggan menjelaskan. Dia hanya menuturkan,  masalah kehilangan tersebut telah diselesaikan. Dia juga menyebut, peristiwa itu tidak termasuk tindak kriminal. ”Semua sudah diselesaikan dan itu bukan merupakan suatu kriminal. Sudah dilaporkan,’’ ujarnya. Soal kehilangan tersebut, Jasin juga tidak perlu risau. Pistol yang hilang tersebut sudah diganti yang baru. Pada 2007, KPK menganggarkan pembelian 100 pucuk pistol. Pengadaannya menelan biaya Rp 1,6 miliar. Pistol tersebut dipegangkan kepada deputi, pimpinan, dan penyidik KPK. (ken/c1/agm)

 
 
(0) Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
    U4N9I
   
 
  + Other News / Category     
 
Kolom Dahlan Iskan
Tarawih di Beijing dengan Mazhab Hambali
SUDAH tiga kali saya Idul Fitri di Tiongkok, tapi baru sekali ini merasakan salat Tarawih di sana. D ...
Other
 
   
Home Utama Senyum Simpol Metropolis Politik Ekonomi Hiburan Kalbar Olahraga Teknologi Agama Rubrik