Jum'at, 10 September 2010  
Hot Topics >> Ekonomi - Metropolis     Arsip Berita    Buku tamu         
LOGIN   |    REGISTER    |    FORGET PASSWORD
   
Jum'at, 19 September 2008 , 07:01:00

REVISI: Massa FPI mendatangi kantor Walikota Pontianak mendesak revisi SK Nomor 501. KUDHARMADI/PONTIANAKPOST

PONTIANAK –

Pertemuan itu berlangsung alot. Hadir langsung menemui FPI, Walikota Pontianak dr Buchary A Rachman didampingi sejumlah pejabat di Pemkot. Kemudian dari FPI diwakili Sekretaris Jendral, Hendi Al Hafidz, Apli Herlambang serta Panglima FPI Pal V, Syarif Usman dan wakilnya Ali Abdurrachman. Puluhan massa dengan atribut FPI lengkap menunggu di luar ruangan.  Sesekali kalimat takbir dikumandangkan oleh massa. Mereka dengan tertib menunggu hasil audiensi. Penjagaan dari Polisi cukup ketat. Sat Pol PP sebagai tuan rumah juga tak ketinggalan. Mereka tetap siaga. Massa FPI datang dengan menggunakan kendaraan bermotor.

Sebelumnya Koalisi Umat Islam Bersatu Kalbar yang di dalamnya terdiri dari ormas-ormas Islam Kalbar, telah meminta kepada walikota Pontianak untuk melakukan revisi SK Wali Kota Pontianak Nomor 501 tanggal 23 Agustus 2008.  Dalam SK itu menyebutkan, pada hari pertama puasa, seluruh tempat usaha seperti karaoke, diskotek, usaha ketangkasan, billiard dan kafe live musik harus tutup. Tempat-tempat usaha tersebut dapat beroperasi kembali pada 3 September, dengan jam operasional selama Ramadhan mulai pukul 20.30 sampai 24.00 WIB.

Seiring waktu berjalan FPI menilai kebijakan itu tidak populis. FPI meminta untuk diubah. "Hormatilah kami yang beragama Islam yang menjalankan ibadah puasa. Kami sudah berikan toleransi sebelas bulan, kami minta satu bulan ini saja tutup," kata Hendri Al Hafidz. Namun, surat itu tidak ditanggapi walikota Pontianak. Hingga terjadilah audiensi tersebut.

Buchary mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan revisi SK tersebut. "Surat akan segera kami jawab paling lama besok (hari ini)," kata Buchary. Buchary mengatakan, imbauan Pemkot Pontianak tetap berjalan. Dalam pengawalan Perda dan imbauan itu, kata Buchary merupakan tugas dan wewenang jajarannya, dalam hal ini Sat Pol PP.  "Saya ingin sungguh-sungguh jadikan kota ini lebih baik. Masyarakat FPI bisa bersama Sat Pol PP lakukan penertiban tempat hiburan jika masih ada yang buka," tukasnya.

Sebelum membuat SK, kata Buchary, pihaknya sudah mempertimbangkan matang-matang. "Kami berusaha tingkatkan pengamanan agar tidak muncul dampak ke hal lainnya," ungkapnya.  Dalam kesempataan itu, Wakil Panglima FPI Pal V Kalbar mengatakan, selama bulan Ramadhan ini, pada pukul 03.00 WIB subuh masih ada tempat hiburan yang buka. "Saya lihat sendiri," tegasnya.  Ia berharap agar dalam setiap Ramadhan, SK bisa dijadikan dalam bentuk peraturan daerah. "Bukan kita mau jadikan Pontianak kota muslim, tapi hargailah umat Islam," katanya.

Apli Herlambang menambahkan, pada tempat hiburan itulah pencetus segala perbuatan maksiat. Baik laki-laki maupun perempuan. "Di sana ada narkoba, miras prostitusi dan sebagainya," terangnya.  Setelah kurang lebih satu jam berdialog, Walikota Pontianak kemudian menutup peertemuan itu. Namun, FPI masih belum bisa menerima hasil pertemuan. Walikota Pontianak langsung meninggalkan ruangan. Hal ini membuat FPI merasa kecewa. "Kita akan datang dengan massa yang lebih besar," tegas Apli Herlambang. (ody)

Dialog antara pemerintah kota Pontianak dan Front Pembela Islam Kalbar, buntu. Tidak ada kesepakatan yang dihasilkan pada pertemuan yang berlangsung di kantor walikota, Kamis (18/9) pagi.  "Kita sangat kecewa pada pak Walikota. Kita sepertinya tidak dihargai. Masa langsung meninggalkan ruangan begitu saja. Padahal kita hanya minta satu bulan ini tempat hiburan tidak beroperasi sampai H+3 lebaran," kata Koordinator jihad dan bela negara FPI, Apli Herlambang kepada wartawan kemarin.
 
Oneng Jum'at, 19 September 2008 , 07:02:31
Lucu...mirip banget dgn yg di Jkt...
ROBERT WONG Jum'at, 19 September 2008 , 07:02:31
Negara ini dianggap F P I tak memiliki hukum,apa mereka kaki tangan hukum rimba alam? Jgn arogan pada masyarakat pontianak,cermin dulu pada diri sendiri,hingga walikota tdk mau meladeni pendapat mereka sendiri,Masyarakat pontianak bukanlah org jkt yg mudah digertak.......semoga pesan ini bisa dibaca khalayak ramai.Yg berpuasa selalu kita hormati, yg tak berpuasa ingin memciptakan polisi sendiri.
Reza Jum'at, 19 September 2008 , 07:02:31
ROBERT WONG...
Anda agaknya tidak objektif dalam memberikan penilaian, anda tidak boleh memiliki pemikiran demikian. apa yang dilakukan oleh FPI adalah sudah sangat prosedural, FPI hanya memperjuangkan keinginan umat Islam dan selaku umat Islam, saya menyambut baik apa yang diperjuangkan oleh FPI....
Wahai FPI, lanjutkan perjuangan, kami masyarakat muslim Pontianak siap mendukung perjuangan FPI...
ALLAHU AKBAR....
otong Jum'at, 19 September 2008 , 07:02:31
yang meresahkan masyarakat itu "FPI" tetapi bukan "Tempat Karaoke" benar gak...???
Oneng Jum'at, 19 September 2008 , 07:02:31
Hallo Reza...( jandanya Ajie Massaid yah????)
Indun Jum'at, 19 September 2008 , 07:02:31
Benar tuh Tong....
U-U-D pasti beres...hahahha
es Jum'at, 19 September 2008 , 07:02:31
Liat foto aksi FPI di atas, saya jadi geli. Ngakunya islam, menjalankan ibadah minta dihormati pula. Tapi, coba lihat model celana mereka. Yang kelihatan semua masih 'isbal'. Pakai celana yang 'Islami' saja mereka belum mengerti. Wong ngurus celana sendiri saja belum becus kok malah ngurus urusan Wali Kota. Piye to Bib?
ci baii Jum'at, 19 September 2008 , 07:02:31
yang bikin gak aman tuh FPI,jangan pakai massa,kalau kalbar gak aman kami dayak akan turun tangan,cam kan itu.
ci baii Jum'at, 19 September 2008 , 07:02:31
ingat kami adalah suku asli borneo,jangan macam2 dibumi borneo ini,ntar tinggal nama.kau puasa,puasa jak tak ada urusan dengan agama lain yang tak puasa,emang takut sama FPI,hati2 FPI nanti bisa perang lagi sama kita,jadi orang jangan keterlaluan.
es Jum'at, 19 September 2008 , 07:02:31
Oi ci baii, cam FPI juga kau ni. pake ngancam segale. bawa suku pula. malulah.
FIRST BACK 1 2 3 4 5 6 NEXT LAST [6 Page(s)]
 
(51) Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
    Y5N6L
   
 
  + Other News / Category     
 
Kolom Dahlan Iskan
Tarawih di Beijing dengan Mazhab Hambali
SUDAH tiga kali saya Idul Fitri di Tiongkok, tapi baru sekali ini merasakan salat Tarawih di sana. D ...
Other
 
   
Home Utama Senyum Simpol Metropolis Politik Ekonomi Hiburan Kalbar Olahraga Teknologi Agama Rubrik