Jum'at, 10 September 2010  
Hot Topics >> Ekonomi - Metropolis     Arsip Berita    Buku tamu         
LOGIN   |    REGISTER    |    FORGET PASSWORD
   
Jum'at, 10 Oktober 2008 , 07:50:00

BENCHMARK AIRLINES : CEO Mandala, Warwick Brady menerangkan kepada wartawan tentang target dan mantapnya mereka melaju di bisnis penerbangan, meski Amerika sedang digoncang krisis. MUDJADI/PONTIANAKPOST

PONTIANAK – Kehadiran Mandala Airlines di provinsi bumi khatulistiwa ternyata direspon sangat positif oleh masyarakat. Terbukti, Mandala sudah mampu membukukan angka cukup fantastis 20 ribu penumpang dalam sebulan, dengan sehari 2 x penerbangan tujuan Jakarta dan connecting ke beberapa daerah. Bahkan Chief Executive Officer Mandala, Warwick Brady berani mengklaim ‘New Mandala’ sekarang ini menempati peringkat ketiga di Pontianak, dengan load factor mencapai hampir 90 persen selama lebaran.

Fakta itu diungkapkannya ketika berkunjung ke Pontianak dan melakukan jumpa pers dengan wartawan di Hotel Grand Mahkota, Kamis (19/10) sore. "Kami mendedikasikan keberadaan Airbus modern untuk warga Kalimantan Barat dan ternyata responnya sangat luar biasa. Rute baru ini menjadikan Mandala sebagai maskapai favorit penumpang untuk mengunjungi kerabatnya selama lebaran," jelas Brady didampingi oleh Trisia Megawati, Head of Corporate Communication Mandala. Pilihan penumpang ini mungkin tak berlebihan, mengingat selain menggunakan pesawat Airbus modern yang baru, pelayanan memuaskan dan ketepatan waktu yang bisa diperoleh dengan harga terjangkau, menjadikan Mandala Baru sebagai maskapai pilihan penumpang.

Tak Terimbas Krisis

Mengenai dampak krisis ekonomi di Amerika Serikat, Brady mengakui sedikit banyak tentu akan mengakibatkan lambatnya pertumbuhan pasar domestik, termasuklah bagi Mandala. Kekhawatiran ini mungkin cukup beralasan, mengingat meskipun saham terbesar Mandala dimiliki oleh Cardig International yang berbasis di Indonesia, namun 49% sisanya dikuasai oleh Indigo Partners yang berkantor pusat di Arizona, Amerika Serikat. ""Saat ini, Mandala bertransformasi menjadi maskapai penerbangan yang selalu merujuk pada internasional standar dengan dukungan pemegang saham yang kuat dari Indonesia dan Amerika. Jadi saya pikir krisis itu tak berimbas pada kami di Mandala. Pemegang saham di Indigo itu tak hanya dari warga Amerika, tetapi ada juga dari Eropa dan Asia," kilahnya. Perlu diketahui, Indigo adalah perusahaan swasta yang mengkhususkan diri pada akuisisi dan investasi strategis di bisnis penerbangan. Tak hanya di Mandala, Indigo juga menempatkan sahamnya di sejumlah perusahaan penerbangan internasional. Di Eropa (Whizz), Asia (Mandala dan Tiger) serta Amerika Serikat (Spirit).

Dengan nada optimis, Brady mengatakan Mandala yakin akan mampu mengatasi krisis tersebut. Bahkan sebenarnya lanjut pria berkebangsaan Inggris ini, krisis di Amerika justru mendatangkan kabar bagus bagi industri penerbangan di tanah air, khususnya Mandala. Selain harga minyak dunia yang ikut turun, akibat bangkrutnya dua maskapai penerbangan di Eropa dan Amerika Serikat, persediaan pesawat pun menjadi semakin banyak. Imbasnya, harga pesawat akan semakin murah. Hal ini tentu saja terkait erat dengan rencana agresif Mandala untuk meremajakan seluruh armadanya dengan single aisle family, Airbus di tahun 2009 mendatang. "Kami tetap komitmen untuk mendatangkan sebanyak 30 pesawat Airbus baru senilai 1,8 miliar dolar AS untuk menggantikan pesawat lama yang saat ini masih beroperasi," timpal Brady. Dengan mengoperasikan Airbus saja, Mandala yakin bisa mengangkut penumpang lebih banyak karena meskipun jumlah pesawatnya lebih sedikit, namun kapasitas kursinya akan lebih banyak. "Kami optimis target 5 juta pelanggan di tahun 2008 bisa tercapai, dan akan terus meningkat hingga 8 - 9 juta pelanggan di tahun 2009," jelasnya mantap. (mel)

 
texxuang Jum'at, 10 Oktober 2008 , 07:52:47
mandala melayani rute kmane jak yee..?
Sriyani Jum'at, 10 Oktober 2008 , 07:52:47
kapok ah naek mandala lg...kualitas pelayanannya nol besar!! kayaknya udh jd rahasia umum tuh...
GULE KOPI Jum'at, 10 Oktober 2008 , 07:52:47
Mandala rutenye tu ke segitiga bermuda.enda' pon menabrak gunong
 
(3) Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
    Y5N6L
   
 
  + Other News / Category     
 
Kolom Dahlan Iskan
Tarawih di Beijing dengan Mazhab Hambali
SUDAH tiga kali saya Idul Fitri di Tiongkok, tapi baru sekali ini merasakan salat Tarawih di sana. D ...
Other
 
   
Home Utama Senyum Simpol Metropolis Politik Ekonomi Hiburan Kalbar Olahraga Teknologi Agama Rubrik