Pontianak Post
|
Home | Nasional | KPK Usut Pembahasan Anggaran Hambalang

KPK Usut Pembahasan Anggaran Hambalang

Giliran Politikus Golkar Diperiksa
By
Ket Photo:
Font size: Decrease font Enlarge font

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami penanganan kasus korupsi pembangunan proyek sport center di Hambalang. Sejumlah anggota DPR kembali dipanggil sehubungan dengan perkara tersebut. Kemarin (16/7) lembaga antirasuah itu memanggil anggota Komisi X DPR Ferdiansyah.

 

Politikus asal Partai Golkar tersebut dipanggil bersama Kabag Sekretriat Komisi VIII DPR Agus Salim. ”Keduanya hadir memenuhi panggilan penyidik,” ujar Juru Bicara KPK Johan Budi di gedung KPK kemarin. Johan mengatakan, pemanggilan berkaitan dengan proses penganggaran proyek multiyear tersebut.

Saat ditanya apakah KPK kini tengah membidik sejumlah orang di komisi X, Johan menyatakan, apa yang dilakukan KPK hanyalah ingin mengetahui proses pembahasan anggaran Hambalang. ”Bukan membidik, tapi kami ingin mengetahui proses dari awal, mulai sertifikasi, penganggaran, hingga pembangunannya. Jadi, proses penyidikannya menyeluruh,” papar Johan.

Salah satu yang ditelisik adalah perihal perubahan penganggaran dari single year ke multiyear. Seperti diketahui, dalam perkara ini KPK telah menetapkan empat tersangka. Mereka antara lain adalah Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora Deddy Kusdinar, dan petinggi PT Adhi Karya Teuku Bagus Muhammad Noer.

Satu tersangka lagi adalah mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Hanya, sampai saat ini Anas baru dijerat penerimaan hadiah mobil terkait dengan janji proyek Hambalang. Di antara empat tersangka itu, baru Deddy yang sudah ditahan KPK. Sementara Andi, Teuku Bagus, dan Anas masih belum dijebloskan ke tahanan.

Ini yang sempat membuat KPK dinilai tebang pilih. Ketua KPK Abraham Samad mengatakan, ketiganya belum ditahan karena penyelesaian perkaranya belum 50 persen. ”Perkara ini bukan operasi tangkap tangan, jadi tolong dibedakan,” tuturnya.

Selain perangkat DPR, kemarin pemanggilan juga dilakukan terhadap Manajer Keuangan PT Adhi Karya Sutrisno. Dana proyek Hambalang itu diduga mengalir untuk pemenangan Anas sebagai ketua umum Demokrat.

Hal tersebut pernah diungkapkan mantan Bendahara Umum Demokrat M. Nazaruddin. Dia juga menyebut Hotel Aston sebagai lokasi pengantaran uang USD 5 juta dan Rp 35 miliar dari Jakarta. Uang itu diantar dengan menggunakan mobil boks dan kemudian dibagikan kepada peserta kongres. (gun/c9/agm)

Subscribe to comments feed Comments (2 posted)

avatar
replica watches uk 18/07/2013 10:52:16
My replica watches shop online!
avatar
Fake Watches 19/11/2013 16:36:12
Hal tersebut pernah diungkapkan mantan Bendahara Umum Demokrat M. Nazaruddin.
total: 2 | displaying: 1 - 2

Post your comment

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha
  • Email to a friend Email to a friend
  • Print version Print version
  • Plain text Plain text

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0
BACA SELANJUTNYA

Bagi Waktu dengan Mantan

Nasional
Friday, 30 August 2013 - 08:00 WIB

Anas Nyapres dari Hasil Korupsi

Nasional
Thursday, 29 August 2013 - 14:28 WIB