Pontianak Post
|
Home | Pro Kalbar | Ketapang | Amankan 40 Kg Sarang Burung Walet

Amankan 40 Kg Sarang Burung Walet

Optimalkan Pendapatan Daerah
By
Ket Photo: DIAMANKAN: Petugas dari Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Ketapang sedang memeriksa sarang burung walet yang ditahan di Bandar Udara Rahadi Oesman Ketapang.
Font size: Decrease font Enlarge font

KETAPANG – Sebanyak 40 kilogram (kg) sarang burung walet ditahan oleh Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Ketapang di Bandar Udara (Bandara) Rahadi Oesman Ketapang, Rabu (21/8) pagi. Penahanan terhadap puluhan kg sarang burung walet ini, dikarenakan belum membayar pajak dari pendapatan burung walet tersebut.

Rencananya, sarang burung walet yang dikemas dalam empat kotak kardus dan dibungkus karung ini, akan dikeluarkan dari Kabupaten Ketapang. Namun, masih belum jelas, ke mana tujuan barang ini akan dikirim. Karena pada kotak kardus tersebut tidak tercantum nama pengirim dan siapa penerima, serta kapan dan di mana alamatnya.
Kepala Dispenda Kabupaten Ketapang, Agus Hendri, mengatakan, penahanan pengiriman sarang burung walet ini dilakukan dalam rangka mengoptimalkan pendapatan pajak sarang burung walet. "Kita masih menyelidiki, siapa pemilik dan akan dikirim ke mana sarang burung walet ini?" kata Agus, kemarin.
Sebelum diketahui siapa pemilik sarang burung walet ini dan pembayaran pajak sebesar 10 persen dari harga jual tiap kg dilakukan, maka, ditegaskan dia bahwa barang yang memiliki nilai jual tinggi ini, akan tetap ditahan di Bandara. "Sebelumnya kami juga berhasil menahan 60 kilogram sarang burung walet," lanjutnya.
Dia juga menjelaskan, penahanan terhadap sarang burung walet yang tidak membayar pajak ini, baru dilakukan dalam beberapa hari belakangan ini. Karena, diakui dia, ternyata selama ini banyak pengusaha sarang burung walet yang tidak membayar pajak. "Berdasarkan Perda Nomor 2 Tahun 2012 tentang Sarang Burung Walet, pajaknya dikenakan sebesar 10 persen," tandas Agus.
Dia juga mengungkapkan, pengamanan terhadap pengiriman sarang burung walet ke luar Ketapang, sengaja mereka lakukan di Bandara. Disebutkan dia, selain di Bandara, pengamanan juga dilakukan di Pelabuhan. "Pengamanan di Bandara dan Pelabuhan dianggap lebih efektif jika dibandingkan menertibkan pajak pada saat belum dipanen," ujarnya.
Di Kabupaten Ketapang sendiri, diungkapkan dia, merupakan salah satu daerah yang banyak menghasilkan sarang burung walet. Namun disayangkan dia, ternyata kesadaran para pengusaha sarang burung walet untuk membayar pajak masih begitu rendah. "Pajak ini sendiri untuk pembangunan Ketapang," pungkasnya. (afi)

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

Post your comment

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha
  • Email to a friend Email to a friend
  • Print version Print version
  • Plain text Plain text

Tagged as:

Optimalkan Pendapatan Daerah, Sarang Burung Walet

Rate this article

0
BACA SELANJUTNYA