Pontianak Post
|
Home | Pro Kalbar | Sambas | Tewasnya Empat WNI di Malaysia

Tewasnya Empat WNI di Malaysia

Polda Kalbar Hanya Menunggu
By
Ket Photo: Malaysia
Font size: Decrease font Enlarge font

PONTIANAK— Empat WNI yang tewas dalam kecelakaan di Betong, Kilometer 56 Sri Aman-Serikei Malaysia, Rabu(10/7) lalu, masih dalam penyelidikan aparat terkait. Peristiwa yang menewaskan Tinus Saleh, Hj. Laila alias Hj. Ita, Dinda, dan Septi Danuar itu, sedang diurus pihak pemerintah Indonesia-Malaysia. Terutama menyangkut kepengurusan jenazah korban untuk dipulangkan ke daerah asalnya di Kabupaten Sambas.

Namun demikian, pemerintah Indonesia sepertinya kurang sigap menanggapi masalah ini. Polda Kalbar misalnya, ketika Pontianak Post mencoba mengklarifikasi secara rinci, pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait perkembangan penyelidikannya.

“Sudah kita tangani kemarin. Kita juga sudah memerintahkan Polres Sambas untuk lebih intensif menangani masalah ini. Jadi sekarang, kita sedang menunggu perkembangan selanjutnya dari mereka,” kata Direktur Lalulintas Polda Kalbar, Kombes Pol Agus Riansyah kepada Pontianak Post, kemarin (12/7).

Apabila laporan perkembangannya sudah sampai, lanjut dia, pasti informasi tersebut akan dibeberkan. Bukan tak tanggap dalam melakukan tindakan, namun semuanya butuh prosedur dari petugas yang bekerja.

“Kronologis kejadian yang sebenarnya pun, masih kita lakukan pencocokkan. Tunggu saja kabar berikutnya dari Polres Sambas. Kita sudah serahkan kepada mereka untuk langsung menangani kasus ini,” tuntasnya.    

Secara umum, Kabid Humas Polda Kalbar AKBP Mukson Munandar mengatakan, kasus tersebut diserahkan sepenuhnya kepada pihak polisi di Malaysia. Sekarang, ungkap dia, sedang dilakukan penyelidikan secara intensif.

Disinggung langkah apa saja yang akan dilakukan jajaran Polda Kalbar, Mukson juga belum dapat membeberkan secara detil. “Kita tak bisa mengambil alih, sebab itu wilayah hukum negara mereka. Otoritasnya, ya di sana juga,” ungkapnya.

Demikian halnya di Indonesia, Mukson mencontohkan, apabila peristiwa itu terjadi pada negeri kita, otomatis ditangani pemerintah dan aparat penegak hukum setempat.  “Inilah yang disebut otoritas hukum negara,” cetusnya. 

Namun demikian, tambah Mukson, personil sudah ada yang diperintahkan untuk terus mengawal perkembangan kasus yang ditangani aparatur hukum Malaysia itu. Jika ada indikasi yang memberatkan, maka konsulat Indonesia yang mempunyai andil penting untuk mengawalnya dan memberikan pembelaan.

“Kita juga sudah siap mengawal kepulangan jenazah apabila diperlukan pihak korban. Kami tidak diam, kami ikuti terus perkembangannya kendati polisi Malaysia yang mempunyai kewenangan penyelidikan itu,” pungkasnya. (rmn)

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

Post your comment

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha
  • Email to a friend Email to a friend
  • Print version Print version
  • Plain text Plain text

Tagged as:

malaysia, Sambas, Pembunuhan

Rate this article

0
BACA SELANJUTNYA

Menilik Pembuatan Kain Tenun Sambas di Pontianak

Sambas
Friday, 26 July 2013 - 08:40 WIB

HIV/AIDS Jangkiti Warga Berusia 23-34 Tahun

Sambas
Wednesday, 21 August 2013 - 09:45 WIB