Pontianak Post
|
Home | Special | For Her | Panik Bila kulit Mulai Putih

Panik Bila kulit Mulai Putih

By
Ket Photo: Noni Chirilda
Font size: Decrease font Enlarge font

TAHUN 1993 ketika masih duduk di bangku SMA, Nonny Chirilda masih berstatus sebagai siswa biasa. Begitu terpilih sebagai Putri Ayu, tak hanya nama Kalimantan Barat yang harum di kancah nasional, Nonny pun mulai dikenal. Dari anak kampung yang hitam, dekil dan kurus, Nonny menjelma menjadi model tenar di era 1990 hingga 2000an. Semua impiannya itu diraihnya berkat kerja keras bertahun-tahun. Dan kini, ia tengah berjuang untuk merintis karirnya di dunia politik. Oleh : Mella Danisari

Lama tak terdengar kabarnya, apa kabar Noni? 
Alhamdulillah baik. Iya sudah 3 tahun terakhir ini saya memang mengikuti keluarga pindah ke luar negeri. Selama rentang waktu itu, saya sudah 3 kali berpindah Negara, dari Hamburg (Jerman), Syiria dan terakhir di Abu Dhabi.
Akhir tahun 2012 lalu saya baru pulang kembali ke Indonesia. (Pontianak Post mewawancarai Nonny di sebuah warung kopi, ketika datang ke Pontianak seminggu lalu. Ia masih tetap cantik dengan kulit hitamnya yang eksotis. Pembawaannya simpatik, supel dan ramah melayani sesi wawancara)


Apa saja yang Anda kerjakan selama berada diluar negeri, apa masih berkutat dengan aktivitas modeling?
Meski berada di negeri orang, saya berkeinginan memperkenalkan kultur seni budaya tanah air kepada masyarakat di luar negeri. Di Jerman, bekerjasama dengan para aktivis seni dan mahasiswa disana, saya membuat kegiatan. Tak hanya dari busana seperti demo membatik, tapi juga memperkenalkan kuliner Indonesia. Saya bahkan sempat mengundang desainer Ramli (kini almarhum, red) ke Amsterdam. Sebenarnya kegiatan seperti ini ingin saya buat juga di Dubai, namun karena izin yang susah didapat, akhirnya tidak terlaksana.

Kenapa Anda memutuskan pulang kembali ke tanah air?
Awalnya saya tak kepikiran pulang lagi, namun ternyata kecintaan saya terhadap negeri ini begitu kuat. Setelah berembuk dengan suami, akhirnya kami memutuskan stay lagi di Indonesia. Negara ini memiliki banyak peluang dibanding luar negeri. Dan saya ingin terlibat untuk berpartisipasi membangun bangsa ini kembali.

Mengingat Nonny, orang teringat dengan gelar Putri Ayu yang pernah disandang?
Kalau orang-orang dulu masih ingat dengan saya dan gelar yang saya raih tahun 1993 dulu, sudah lama ya. Waktu itu saya dibimbing oleh Uke Tugimin di Jepin Studio dan teman-teman desainer yang sering menawari ikut fashion show di Pontianak. Puncaknya, ketika saya mengikuti pemilihan Putri Ayu yang diadakan oleh Martha Tilaar. Di Jakarta, saya mewakili Kalbar termasuk peserta yang termuda dari seluruh Indonesia. Usia masih 16 tahun, duduk di kelas 2 SMA. Karena merasa paling muda, saya datang tanpa beban, tak berharap menang tapi juga ada rasa optimis. Justru karena saya santai dan rileks menjalani segala karantina dan penjurian, Alhamdulillah saya yang dinobatkan sebagai pemenang.
(Noni lahir di Pontianak, 14 November 1975 dari pasangan Chairil Anwar dan Siti Nurfaedah. Bersuamikan pria bule berkewarganegaraan Jerman, Joerg Kelling. Menikah tanggal 14 Januari 2010)

Setelah menang Putri Ayu, Anda memutuskan meniti karir di ibukota?
Setahun kemudian begitu lulus SMAN 3 Pontianak, tahun 1994 saya pindah ke Jakarta. Setahun kemudian, saya juga memboyong keluarga. Dari situlah jalan karir saya dimulai. Jalan di catwalk menjadi rutinitas kerjaan saya. Selain itu saya juga mencoba main sinetron dan presenter. Meski memegang gelar juara Putri Ayu, namun tetap saja saya harus mengikuti audisi dan casting seperti peserta lainnya.

Anda juga membangun sekolah modeling, bukan?
Sebelumnya tahun 2004, saya mendirikan agensi NC Management Model & Talent. Kemudian lima tahun lalu, saya bersama teman-teman mendirikan lembaga pendidikan Runway Indonesia Personality School, sekolah akting, model dan personality. Ini adalah niat mulia kami ingin membangun generasi muda ke arah kegiatan positif, daripada tawuran atau lari ke narkoba. Sekolah non akademis ini juga membantu program pemerintah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Tak sedikit dari siswa kami adalah orang yang kurang mampu. Nah dengan ikut sekolah ini dan dapat ilmunya, mereka bisa dapat job entertainment sehingga bisa membantu membiayai perekonomian keluarganya. Tak hanya mendidik model, tapi Kami juga menyediakan program Corporate Training bagi perusahaan yang ingin menambah wawasan bagi karyawannya. Disini tak hanya diajarkan ilmu personality atau kepribadian, tapi juga memupuk rasa lebih percaya diri dan mampu berkomunikasi secara baik dengan orang lain. (Beberapa jebolan Runway yang terkenal antara lain model kondang Paula Verhoveen dan aktor Stuart Collins)


Sejauh mana Anda menggambarkan kecintaan pada dunia modeling?
Saya sudah berada di dunia entertainment sudah hampir 20 tahun. Kecintaan ini saya buktikan dengan didirikannya Runway ini. Meski saya tak terjun langsung dan lebih sering dibelakang layar, namun ini adalah keinginan saya untuk melihat anak-anak muda bangsa ini berprestasi dan berkarya. Kami mendidik dan menyalurkan mereka sesuai minat, hobi dan bakatnya.



Tanggapan Anda tentang dunia model yang katanya glamour?
Saya beranggapan hal itu wajar saja, mengingat para model itu khan didukung tata rias wajah dan rambut profesional, busana yang bagus rancangan desainer ternama. Kami tampil begitu wah diatas catwalk. Glamour ya glamour, tapi di backstage, kami juga duduk melantai dan makan nasi bungkus. Mungkin memang ada segelintir model yang menyalahgunakan predikat modelnya, sehingga yang lain pun terikut imbasnya. Tapi ini khan tergantung pada pribadi masing-masing. Model yang bertahan tentunya memiliki komitmen dan cinta pada dunianya. Yang tak berkualitas akan tergeser dan tak akan lama meniti karirnya. Dan saya berusaha untuk komitmen dengan apa yang menjadi pilihan hidup saya berkarir.

Bagaimana tips menjadi model professional seperti Anda?
Saya selalu menciptakan kesempatan, giat berusaha dan berusaha. Meski sudah memegang predikat juara Putri Ayu, jalan saya tak selalu mulus. Saya proaktif dengan siapapun, datang ke desainer, tetap mengikuti audisi. Saya tidak arogan meski berada di zona comfort, saya jemput bola. Walau enggak dapat, tapi saya selalu menciptakan kesempatan itu. Alhamdulillah saya dapat pekerjaan bintang iklan shampoo dan syuting hingga ke luar negeri. Terpenting juga adalah, saya selalu berusaha punya personality yang bagus dan behaviour. Contoh kecil mengucapkan magic word seperti terima kasih, maaf, permisi, tolong – meski itu ke kru maupun makeup artist. Datang selalu ontime ke lokasi. Jangan pernah sungkan untuk menambah ilmu dan ketrampilan dengan mengikuti sekolah modeling lagi sehingga lebih mantap. Insya Allah, longterm pekerjaannya. Itu yang selalu saya jaga dan terapkan.

Bagaimana dengan persaingan di dunia hiburan sekarang yang memunculkan entertain-entertain muda berbakat?
Saya selalu positive thinking. Tidak mengganggap mereka sebagai saingan, justru kerap sharing dengan mereka. Di Runway, saya membina anak-anak muda baru yang berbakat. Saya percaya, kita bisa membina dan satu orang sukses, disitulah kita akan lebih sukses. Saya jalani hidup ini mengalir saja. Walau tak aktif di modeling lagi, saya berusaha menggali potensi lain. Sekarang ini selain sibuk dengan aktivitas di dunia entertainment dan mengurus Runway, saya baru saja dilantik menjadi pengurus KONI Jakarta, membidangi usaha dana. Saya dan teman-teman dituntut untuk mencari pendanaan untuk PON kedepannya. Untuk para atlet yang jadi pahlawan olahraga. Dunia ini tak jauh dari apa yang saya jabani selama ini yang berkaitan dengan seni, edukasi dan organisasi.

Apa suka duka yang Anda jalani di dunia modelling ini?
Dukanya, dua kali saya pernah ketinggalan koper di luar negeri. Waktu itu khan saya masih ‘orang kampung’ ya, tak terbiasa mengurus apa-apa sendiri. Koper saya nyangkut saat check in dan kelupaan. Akhirnya uang saya habis untuk membeli pakaian, sepatu show, dan sebagainya. Ini jadi pengalaman berharga buat saya untuk lebih berhati-hati lagi. Sebagai model professional, kita dituntut untuk mandiri melakukan semuanya sendiri. Kita tidak boleh sok tahu, yang ujung-ujungnya merugikan diri sendiri. Saya belajar dari kesalahan, agar tak salah lagi di kemudian hari. Sukanya sudah pasti saya lebih dikenal. Bertemu berbagai kalangan dari juru parkir sampai Menteri dan petinggi, saya kenal mereka. Melanglang ke luar negeri adalah hal menyenangkan. Saya bekerja, bisa sekalian jalan-jalan ke luar negeri, dibayar pula. Negara yang paling menarik untuk saya adalah di South Africa karena unik. Begitupun di Dubai dan Syiria, dimana saya harus bekerja ditengah padang pasir yang tak ada bangunan sama sekali. Jalan-jalan berpasir dan saya harus tetap menjaga mood demi sebuah profesionalitas kerja.

Anda dikenal sebagai model dengan wajah khas Indonesia dan berkulit eksotik? Sementara sekarang ini banyak perempuan berlomba-lomba memutihkan kulitnya.
Memang tak gampang untuk mengubah mindset white is beauty hingga sekarang ini. Namun sejak saya terpilih sebagai Putri Ayu, ternyata keberadaan saya dengan kulit hitam ini justru dihargai. Akhirnya kalau kulit mulai putih, saya hitam-hitamkan diri. Saya pergi ke pantai di Bali atau berjemur di atas atap rumah. Putih justru membuat saya merasa panik dan enggak nyaman, karena sudah terbiasa hitam.

Kabarnya, Anda sekarang merambah dunia politik? Apakah ini mengikuti tren artis yang ramai-ramai berpolitik?
Jujur, ini adalah keinginan saya sendiri untuk masuk ke partai politik. Sebenarnya saya mendapat jatah kursi untuk caleg di daerah lain, namun saya ngotot ingin membangun daerah saya sendiri di Kalbar. Saya merasa nyaman berada di parpol ini, dan ingin bersama melakukan gerakan perubahan. Sebagai konsekuensinya, saya memang harus bolak-balik Jakarta – Pontianak. Namun tentunya ini adalah bagian dari konsekuensi saya untuk ikut berpartisipasi dalam dunia politik.

Apa obsesi yang ingin Anda raih?
Lebih baik terus dan mau belajar terus. Di karir entertainment, saya berusaha mempertahankan apa yang telah saya rintis dan bangun selama ini. Bukan hal mudah, tapi saya akan berupaya seoptimal mungkin. Apa saja saya lakukan, yang penting halal dan bisa membantu orang. Di politik, saya ingin lebih banyak bisa berbuat. Dan di keluarga tentunya ingin lebih baik lagi dalam segala hal. **

Subscribe to comments feed Comments (4 posted)

avatar
valdhez 31/10/2013 18:40:08
Wow fantastic mba non,pha kbr?no telp dunk mba,slm sm kluarga semua
Semoga tambah sukses,jd kluarga yg bahagia&diberkati selalu oleh Tuhan
Mizzzzzz uuuuuu.....
avatar
Clover 10/12/2013 15:09:15
I’m very glad to found this website because; it carries awesome and actually good data in favor of readers.

clover
www.n8fan.net
avatar
rachelle 24/03/2014 07:46:39
Thanks for sharing your thoughts. I truly appreciate your efforts and I am waiting for your next write ups thanks once again.


www.imarksweb.org
avatar
edupdf.org 26/05/2014 06:56:50
I really enjoyed reading your article. I found this as an informative and interesting post, so i
think it is very useful and knowledgeable. I would like to thank you for the effort you have made
in writing this article.


<a href="http://www.edupdf.org">edupdf.org</a>
total: 4 | displaying: 1 - 4

Post your comment

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha
  • Email to a friend Email to a friend
  • Print version Print version
  • Plain text Plain text

Tagged as:

Traveling

Rate this article

0
BACA SELANJUTNYA